Minggu, 06 Mei 2012

TULISAN BAHASA INGGRIS BISNIS 2 (BAGIAN 1)


Ciri-Ciri Sekolah yang Melaksanakan Pembelajaran Aktif

Pembelajaran Aktif merupakan sebuah konsep pembelajaran yang dipandang sesuai dengan tuntutan pembelajaran mutakhir. Oleh karena itu, setiap sekolah seyogyanya dapat mengimplementasikan dan mengembangkan pembelajaran aktif ini dengan sebaik mungkin. Dengan merujuk pada gagasan dari Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas (2010), berikut ini disajikan sejumlah indikator atau ciri-ciri sekolah yang telah melaksanakan proses pembelajaran aktif ditinjau dari aspek: (a) ekspektasi sekolah, kreativitas, dan inovasi; (b) sumber daya manusia; (c) lingkungan, fasilitas, dan sumber belajar; dan (d) proses belajar-mengajar dan penilaian.


A. EKSPEKTASI SEKOLAH, KREATIVITAS, DAN INOVASI

Prestasi belajar peserta didik lebih ditekankan pada ”menghasilkan” daripada ”memahami”.
Sekolah menyelenggarakan ajang ‘kompetisi’ yang mendidik dan sehat.
Sekolah ramah lingkungan (misalnya; ada tanaman atau pohon, po bunga, tempat sampah)
Lebih baik lagi jika terdapat produk/karya peserta didik yang mempunyai nilai artistik dan ekonomis/kapital untuk dijual.
Lebih baik jika ada pameran karya peserta didik dalam kurun waktu tertentu, misalnya sekali dalam satu tahun.
Karya peserta didik lebih dominan daripada pemasangan beragam atribut sekolah.
Kehidupan sekolah terasa lebih ramai, ceria, dan riang.
Sekolah rapi, bersih, dan teratur.
Komunitas sekolah santun, disiplin, dan ramah.
Animo masuk ke sekolah itu makin meningkat.
Sekolah menerapkan seleksi khusus untuk menerima peserta didik baru.
Ada forum penyaluran keluhan peserta didik.
Iklim sekolah lebih demokratis.
Diselenggarakan lomba-lomba antarkelas secara berkala dan di tingkat pendidikan menengah ada lomba karya ilmiah peserta didik.
Ada program kunjungan ke sumber belajar di masyarakat.
Kegiatan belajar pada silabus dan RPP menekankan keterlibatan peserta didik secara aktif.
Peserta didik mengetahui dan dapat menjelaskan tentang lingkungan sekolah (misalnya, nama guru, nama kepala sekolah, dan hal-hal umum di sekolah itu).
Ada program pelatihan internal guru (inhouse training) secara rutin.
Ada forum diskusi atau musyawarah antara kepala sekolah dan guru maupun tenaga kependidikan lainnya secara rutin.
Ada program tukar pendapat, diskusi atau musyawarah dengan mitra dari berbagai pihak yang terkait (stakeholders).

B. SUMBER DAYA MANUSIA

Kepala sekolah peduli dan menyediakan waktu untuk menerima keluhan dan saran dari peserta didik maupun guru.
Kepala sekolah terbuka dalam manajemen, terutama manajemen keuangan kepada guru dan orang tua/komite sekolah.
Guru berperan sebagai fasilitator dalam proses belajar.
Guru mengenal baik nama-nama peserta didik.
Guru terbuka kepada peserta didik dalam hal penilaian.
Sikap guru ramah dan murah senyum kepada peserta didik, dan tidak ada kekerasan fisik dan verbal kepada peserta didik.
Guru selalu berusaha mencari gagasan baru dalam mengelola kelas dan mengembangkan kegiatan belajar.
Guru menunjukkan sikap kasih sayang kepada peserta didik.
Peserta didik banyak melakukan observasi di lingkungan sekitar dan terkadang belajar di luar kelas.
Peserta didik berani bertanya kepada guru.
Peserta didik berani dalam mengemukakan pendapat.
Peserta didik tidak takut berkomunikasi dengan guru.
Para peserta didik bekerja sama tanpa memandang perbedaan suku, ras, golongan, dan agama.
Peserta didik tidak takut kepada kepala sekolah.
Peserta didik senang membaca di perpustakaan dan ada perilaku cenderung berebut ingin membaca buku bila datang mobil perpustakaan keliling.
Potensi peserta didik lebih tergali serta minat dan bakat peserta didik lebih mudah terdeteksi.
Ekspresi peserta didik tampak senang dalam proses belajar.
Peserta didik sering mengemukakan gagasan dalam proses belajar.
Perhatian peserta didik tidak mudah teralihkan kepada orang/tamu yang datang ke sekolah.

C. LINGKUNGAN, FASILITAS, DAN SUMBER BELAJAR

Sumber belajar di lingkungan sekolah dimanfaatkan peserta didik untuk belajar.
Terdapat majalah dinding yang dikelola peserta didik yang secara berkala diganti dengan karya peserta didik yang baru.
Di ruang kepala sekolah dan guru terdapat pajangan hasil karya peserta didik.
Tidak ada alat peraga praktik yang ditumpuk di ruang kepala sekolah atau ruang lainnya hingga berdebu.
Buku-buku tidak ditumpuk di ruang kepala sekolah atau di ruang lain.
Frekuensi kunjungan peserta didik ke ruang perpustakaan sekolah untuk membaca/meminjam buku cukup tinggi.
Di setiap kelas ada pajangan hasil karya peserta didik yang baru.
Ada sarana belajar yang bervariasi.
Digunakan beragam sumber belajar.

D. PROSES BELAJAR-MENGAJAR DAN PENILAIAN

Pada taraf tertentu diterapkan pendekatan integrasi dalam kegiatan belajar antarmata pelajaran yang relevan.
Tampak ada kerja sama antarguru untuk kepentingan proses belajar mengajar.
Dalam menilai kemajuan hasil belajar guru menggunakan beragam cara sesuai dengan indikator kompetensi. Bila tuntutan indikator melakukan suatu unjuk kerja, yang dinilai adalah unjuk kerja. Bila tuntutan indikator berkaitan dengan pemahaman konsep, yang digunakan adalah alat penilaian tertulis. Bila tuntutan indikator memuat unsur penyelidikan, tugas (proyek) itulah yang dinilai. Bila tuntutan indikator menghasilkan suatu produk 3 dimensi, baik proses pembuatan maupun kualitas, yang dinilai adalah proses pembuatan atau pun produk yang dihasilkan.
Tidak ada ulangan umum bersama, baik pada tataran sekolah maupun wilayah, pada tengah semester dan / atau akhir semester, karena guru bersangkutan telah mengenali kondisi peserta didik melalui diagnosis dan telah melakukan perbaikan atau pengayaan berdasarkan hasil diagnosis kondisi peserta didik.
Model rapor memberi ruang untuk mengungkapkan secara deskriptif kompetensi yang sudah dikuasai peserta didik dan yang belum, sehingga dapat diketahui apa yang dibutuhkan peserta didik.
Guru melakukan penilaian ketika proses belajar-mengajar berlangsung. Hal ini dilakukan untuk menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan peserta didik dan sekaligus sebagai alat diagnosis untuk menentukan apakah peserta didik perlu melakukan perbaikan atau pengayaan.
Menggunakan penilaian acuan kriteria, di mana pencapaian kemampuan peserta didik tidak dibandingkan dengan kemampuan peserta didik yang lain, melainkan dibandingkan dengan pencapaian kompetensi dirinya sendiri, sebelum dan sesudah belajar.
Penentuan kriteria ketuntasan belajar diserahkan kepada guru yang bersangkutan untuk mengontrol pencapaian kompetensi tertentu peserta didik. Dengan demikian, sedini mungkin guru dapat mengetahui kelemahan dan keberhasilan peserta dalam kompetensi tertentu.

Sumber: Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas. 2010. Panduan Pengembangan Pendekatan Belajar Aktif; Buku I Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta.


Comment :

Active Schools is a school of effective and efficient in teaching and learning process. Pupils can easily interact with the surrounding environment, both in school and outside school environment (between schools). Teachers are required to not only provide knowledge in the form of the theory but also practice to develop student creativity. Should be learning in the classroom using audiovisual system so that students can have an optimal memory. Level of comfort in the classroom also became one of the factors that make students the focus and spirit of the teaching and learning activities. Discipline is also important to support the achievement of good for students. It should be noted by teachers or parents, so that student progress can be monitored and properly directed.

Senin, 30 April 2012

TUGAS BAHASA INGGRIS BISNIS 2 (PERTEMUAN KETIGA)


SOAL READING TOEFL DAN JAWABANNYA
NAMA           : VANIA GRACIA
NPM               : 21209128
KELAS          : 3EB16

Leonardo da Vinci was born on April 15, 1452 in Vinci, Italy.  He was the illegitimate son of Ser Piero, a Florentine notary and landlord, but lived o n the estate and was treated as a legitimate son.
In 1483, Leonardo da Vinci drew the first model of a helicopter. It did not look very much like our modern day “copter,” but the idea of what it could do was about the same.
Leonardo was an artist and sculptor. He was very interested in motion and movement and tried to show it in his art. In order to show movement, he found it helpful to study the way things moved. One subject he liked to study was birds and how they flew. He spent many hours watching the birds and examining the structure of their wings. He noticed how they cupped air with their wings and how the feathers helped hold the air. Through these studies, Leonardo began to understand how birds were able to fly.
Like many other men, Leonardo began to dream of the day when people would be able to fly. He designed a machine that used all the things he had learned about flight, and thus became the first model of a helicopter.
Poor Leonardo had only one problem, however.  He had no way to give the necessary speed to his invention. You see, motors had not yet been invented and speed was an important part of the flying process. It would be another four hundred years before the engine was invented and another fifty years before it was put to the test in an airplane. Leonardo’s dream of a helicopter finally came to pass in 1936.
The Italian painter, sculptor, architect, engineer, and scientist, Leonardo died on May 2, 1519, and was buried in the cloister of San Fio rentino in Amboise.
1.  What is the author’s main point?
a. The invention of the helicopter.
b. Birds cup air with their wings and use feathers to help hold the air.
c. An overview of one of Leonardo da Vinci’s many skills.
d. Leonardo da Vinci was born in 1452 and died in 1519.

Jawaban : A
2.  The word problem in paragraph five could best be replaced by the word:
a. dilemma
b. mistake
c. danger
d. pain

Jawaban : A
3.  The word it in paragraph two refers to:
a. Leonardo da Vinci
b. The first model helicopter
c. 1483
d. motion and movement

Jawaban : B
4. Which paragraph explains why Leonardo ’s helicopter was not successful in his lifetime:
a. paragraph 1
b. paragraph 2
c. paragraph 4
d. paragraph 5

Jawaban : D
5. The word illegitimate in paragraph one is closest in meaning to:
a. against the law or illegal
b. not in correct usage
c. incorrectly deduced; illogical
d.  born out of wedlock

Jawaban : D
6. The fo llowing sentence would best complete which paragraph? “Since then people have been living out Leonardo’s dream of flying.”
a. paragraph 3
b. paragraph 4
c. paragraph 5
d. paragraph 2

Jawaban : C
7. What was the main problem with Leonardo ’s invention?
a. motors were not yet invented
b. the birds lost their feathers
c. he was illegitimate
d. he couldn’t draw

Jawaban : A
8. The word they in the third paragraph refers to:
a. the feathers
b. the birds
c. the studies
d. the wings

Jawaban : B
9. In what year was the first helicopter flown
a. 1483
b. 1452
c. 1519
d. 1936

Jawaban : D
10. What two things did birds have that Leonardo da Vinci noticed helped them to
fly?
a. wings and beaks
b. feathers and talons
c. wings and feathers
d. cups and feathers

Jawaban : C


Minggu, 01 April 2012

TUGAS BAHASA INGGRIS BISNIS 2 (PERTEMUAN KEDUA)

SOAL STRUCTURE TOEFL DAN PEMBAHASANNYA
NAMA : VANIA GRACIA
NPM : 21209128
KELAS : 3EB16
1. I use to play tennis when I was a teenager.
A. use
B. play
C. when
D. was

Jawaban : A. use
Pembahasan : Karena untuk mengungkapkan pekerjaan/perbuatan yang dikerjakan secara berulang-ulang pada masa lalu tapi sekarang sudah tidak lagi, digunakan “used to” artinya “sebelumnya sudah pernah dilakukan”.

2. The scientist have invention computer that is almost human.
A. scientist
B. have
C. invention
D. that

Jawaban : C. invention
Pembahasan : Karena peneliti menemukan komputer yang dapat menggantikan manusia. Otomatis ‘invention’ disitu salah bentuk dimana dia berbentuk ‘noun’ yang artinya ‘penemuan’ bukan bentuk ‘verb’ yang diinginkan yaitu menemukan atau ‘invented’.

3. I can’t remember where do I put the new book.
A. remember
B. do
C. put
D. book

Jawaban : B. do
Pembahasan : Karena saya tidak bisa mengingat dimana meletakkan buku baru itu. Dari kalimat soal, kita tahu bahwa meletakkannya sudah dilakukan dari tadi, kemarin atau kapan yang sudah lewat, jadi do-nya harus menggunakan did.

4. I have the longer hair of all students in this room.
A. have
B. longer
C. hair
D. room

Jawaban : B. longer
Pembahasan : Karena superlative, artinya kata yang menunjukkan suatu yang paling (paling bagus, paling berkualitas, paling dari yang lainnya), dalam superlative digunakan the + akhiran -est, harusnya menjadi the longest.

5. All student study English diligently inside the classroom.
A. student
B. study
C. diligently
D. inside

Jawaban : A. student
Pembahasan : Karena all berarti banyak seharusnya student jadi harus diikuti dengan bentuk plural (students).

http://ariechibi.com/2012/01/pembahasan-structure-1/
6. Today, the true story of _____ at Little Bighorn remains a mystery.
A. happened
B.
it happened
C. what happened
D. what happening

Jawaban : C. what happened
Pembahasan : Karena kalimat tersebut
belum memiliki subject dan verb oleh karena itu what berfungsi sebagai subject dan happened sebagai verb. What juga berfungsi sebagai connector antara dua kalimat diatas.
7.  For more than a decade, ____ that certain species are becoming scarce.
A. the warnings of bird-watchers
B. warn the bird-watchers
C. birdwatchers have warned
D. a warning for bird-watchers
Jawaban : C. birdwatchers have warned
Pembahasan : Karena kalimat/klausa pertama dari kalimat di atas tidak ada, sedangkan kalimat/klausa kedua adalah ......that certain species are becoming scarce. Karena yang dibutuhkan kalimat maka harus ada subject dan verbnya, birdwatchers sebagai subject dan have warned sebagai verb.
8. Early in the eighteenth century, Halley accurately predicted when ____ of 1682 would return.
A. the comet
B. was the comet
C. the comet was
D. had the comet

Jawaban : A. the comet
Pembahasan : Karena kalimat/klausa ke
dua: Halley accurately predicted when_____ of 1682 would return, tidak memiliki subject. Jawaban terbaik adalah  the comet karena ini bisa melengkapi kalimat di atas.
9. No single factor explains why _____ vary so greatly among individuals.
A. aging affects
B. the effects of aging
C. aging has an effect
D. the aging effect

Jawaban : B. the effects of aging


Pembahasan : Karena kalimat tersebut  membutuhkan subject. Verb dari kalimat kedua di atas adalah vary. Jawaban terbaik adalah the effects of aging karena the effects adalah plural subject dan membutuhkan plural verbs; vary.

10. Lack of clarity about ____ the party in the coming year will be removed at the party’s convention.
A. will lead
B. lead
C. they will lead
D. who will lead

Jawaban : D. who will lead
Pembahasan : Karena kalimat tersebut membutuhkan connector/subject dan verb. Jawaban terbaik adalah who will lead karena who berfungsi sebagai connector sekaligus subject sedangkan verbnya adalah will lead.


11. Air near the equator ____ a faster west-to-east motion than air farther from the equator.
A. to have
B. it has
C. has
D. having

Jawaban : C. has
Pembahasan : Karena kalimat di atas belum memiliki verb (kata kerja).


12. I forgot my coat, ____ I got very cold.
A. then
B. so
C. later
D. as a result

Jawaban : B. So
Pembahasan : Karena kalimat di atas memiliki dua  buah klausa:  I forgot my coat dan I got very cold. Untuk menghubungkannya, kita harus menggunakan sebuah Conector. Kata then (A), later (C), dan as a result (D) bukanlah Connector. Jadi jawaban terbaik adalah so karena dapat menghubungkan kedua klausa tersebut dengan benar.


13. The bread _____ baked this morning smelled delicious.
A. has
B. was
C. it
D.  just

Jawaban : D.  just
Pembahasan : Karena baked bukanlan part of a verb, tapi adjective. Verb dari kalimat diatas adalah smelled dan subjectnya adalah the bread. Jawaban (A) dan (B) salah karena baked adjective dan tidak membutuhkan helping verb. Jawaban (C) salah karena kalimat di atas sudah memiliki subject. Jawaban yang tepat adalah just.

14. The film ____ appearing at the local theater is my favorite.
A. now
B. is
C. it
D. was

Jawaban : A. now
Pembahasan : Karena appearing bukanlah part of a verb tapi adjective. Subjectnya adalah film dan verbnya adalah is. Jawaban is (B), it (C) atau was (D) salah karena  kalimat di atas sudah memiliki verb. Jawaban yang tepat adalah now.


15. To Mike ____ was a big surprise.
A. really
B. the party
C. funny
D. when

Jawaban : B. the party
Pembahasan : Dari kalimat di atas, harus dipahami bahwa Mike (noun) bukanlah subject tapi object of preposition dari to. Subject dari kalimat di atas tidak ada, sedangkan verbnya adalah was. Karena yang dibutuhkan adalah subject, maka jawaban yang tepat adalah the party. Sedangkan really (A), funny (C), dan when (D) salah karena mereka bukanlah subject.








Kamis, 15 Maret 2012

TUGAS BAHASA INGGRIS BISNIS 2 (PERTEMUAN PERTAMA)

~ TUGAS SOFTSKILL BAHASA INGGRIS BISNIS 2 ~

NAMA : VANIA GRACIA
NPM : 21209128
KELAS : 3EB16
Strategies for TOEFL iBT Listening Section
TOEFL iBT Listening section is delivered immediately after the Reading section. The Listening section of TOEFL iBT measures your ability to understand spoken English in academic settings. In TOEFL iBT the listening is done for 3 major purposes:
1. Listening for basic comprehension.
2. Listening for pragmatic understanding.
3. To connect and combine ideas presented in multiple information sources.
Each part of the Listening section (2 or 3 parts) consists of 1 long conversation and two lectures. The test takers hear each lecture or conversation only once. Lectures and conversations are 3-5 minutes long. During the listening the time is not running. The allotted time of 10 minutes for each part is only for answering the questions.
Preparation Strategies
Listen to spoken English from multiple sources as much as possible. Listen to English spoken movies and English spoken TV channels, listen to the radio and as many other listening sources as you may find. It would be better if your passages are academic or close to what is in TOEFL iBT. The more you practice listening, the better listener you will become.
Listen for the main idea. It is usually found at the beginning of the listening passages, while the details are dispersed throughout the lecture. The main idea will give you understanding of what the conversation/lecture is about. Then you may listen for details.
Learn to find how the ideas are presented in the listening passage. Some of the main relations between ideas include cause/effect, compare/contrast, and steps in a process.
Learn to listen for signal words that indicate different part of the passage - introduction, major steps, examples, conclusions, etc.
Build your vocabulary. While listening, try to guess the meaning of unfamiliar words from context. It is very important since there is a big chance to come across words you don't know at the real test. Then, you should guess their meaning. Write down every word you don't know and include it in your wordlist. Try to memorize it and use it in your speaking and writing. Flashcards could be a great way to improve your vocabulary.
Listen to conversations or lectures with variety of accents. In TOEFL iBT Listening section there is a variety of accents and pronunciations. For this reason, you should practice listening to a people with different accents and pronunciation patterns.
Practice note-taking. Note-taking is allowed during all sections of TOEFL iBT. Effective note-taking may highly improve your performance. It is almost impossible to memorize all clues and details provided in the Listening section. Moreover, you can hear the passages ONLY ONCE. Therefore, to answer the questions you have to rely on what you remember from the passage and your notes. See also our Effective Note-Taking Strategies.
Summarize in writing what you have heard, using your notes. Thus, you will learn to find the purpose and main idea of the listening, and also the most important details. You will also learn to take and use notes. It also helps in improving your writing skills.
Familiarize yourself with the type of questions in TOEFL iBT. Make sure that during the preparation you learn what answers are required by the different types of question. Some questions may ask you to provide two answers, others to click in a chart box. If you are familiar with the question types, you may save important time.
At the exam strategies
Forget about the Reading section. Now it is time to fully concentrate on the Listening section.
The clock is ticking only when you are answering the questions and not when you are listening to the passages. So, when you listen, forget about the clock.
Prepare for note-taking. Before the section starts, write down the words 'main idea', 'major points', and 'important details'. Under which word you will place your notes from the listening passage.
Do not be distracted by the speaker's accent, speaking style and delivery. Focus on the content and flow of information the speaker(s) deliver.
Listen to find clues that will help you understand what the speaker's purpose, attitude and degree of certainty is. Listen for words that show relationship between ideas.
Pay attention to the visual materials. Some of the visual materials in the Listening section bring important information. Blackboards show important words or phrases that are discussed during the lecture. Illustrations and graphics support the information presented in the lecture. They are available only when the lecturer refers to them.
Answering is different. In the Listening section you may not return to the previous questions to correct your answers. Nevertheless, you have to confirm twice that you want to move to the next question. First, when you provide your answer you have to press the NEXT button. After pressing the NEXT button you may alter you answer. To move to the next question you have to press OK button. Sometimes test takers forget this and lose important time. Please, set your mind that you have to press two buttons.
Take a guess. There is no penalty for an incorrect answer in TOEFL iBT. It doesn't bring any points. If you see you are running out of time, just take a guess and mark answers for all remaining questions. There is 25 % chance to guess the right answer.
Use i-Courses.org scored listening materials to practice, monitor your progress, and receive creative feedback with guidelines on how to improve your weaknesses and strengthen your strong sides.
Sumber : http://i-courses.org/?p=listening_tips

Selasa, 08 November 2011

TUGAS BAHASA INDONESIA 2 (PERTEMUAN KETIGA)

Contoh paragraf yang berkaitan dengan bidang saya :

1. Generalisasi
Berdasarkan data keuangan tahun 2011, laba yang didapatkan oleh perusahaan PT. Abikarya adalah sebesar 250 juta rupiah. Dimana pada tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2010 perusahaan mampu menghasilkan laba sebesar 500 juta rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mengalami penurunan dalam menghasilkan laba sebesar 250 juta rupiah atau turun sebesar 50% dari tahun sebelumnya. Laporan menjadi evaluasi perusahaan tentang kinerja perusahaan mereka. Pihak manajemen pun dituntut untuk segera mengambil kebijakan untuk mengatasi hal tersebut.

2. Analogi
Yang dimaksud masyarakat perkotaan atau urban community adalah masyarakat kota yang tidak tertentu jumlah penduduknya. Tekanan pengertian masyarakat perkotaan juga terletak pada sifat-sifat kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat perbedaan dalam hal perhatian, khususnya terhadap keperluan hidup. Jika masyarakat pedesaan mempunyai perhatian utama dan perhatian khusus terhadap keperluan dasar dari kehidupan, seperti pakaian, makanan, rumah, dan sebagainya, maka masyarakat perkotaan, terhadap hal-hal tersebut mempunyai pandangan yang berbeda.

3. Sebab-akibat (kausalitas)
Pariwisata itu ada karena adanya wisatawan. Wisatawan itu ialah orang-orang yang diburu oleh keinginan untuk melihat atau menikmati peristiwa keanehan, keagungan serta keindahan sebanyak mungkin dengan biaya yang serendah mungkin dan dalam waktu yang sesingkat mungkin. Maka pengusaha yang dibingkai atau dikondisikan dengan psikologi yang seperti itu menciptakan prasarana dan sarana untuk memuaskan tuntutan atau kehendak tersebut. Hotel-hotel, perusahaan, penerbangan, perusahaan taksi, restoran, dan night clubs dipackage, digiring oleh pengusaha untuk menyongsong sikap yang demikian.
Mulai bulan April tahun depan harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. Minyak tanah, premium, solar, minyak pelumas, dan lain-lain, harganya dinaikan karena pemerintah ingin mengurangi subsidi dengan harapan ekonomi Indonesia makin wajar. Kenaikan harga bahan bakar sudah tentu mengakibatkan naiknya biaya angkutan. Jika biaya angkutan naik, harga barang akan naik pula karena biaya tambahan untuk transport harus diperhitungkan. Kenaikan harga ini akan dirasakan oleh rakyat. Karena itu, kenaikan harga barang dan jasa harus diimbangi dengan usaha meningkatkan pendapatan rakyat.

Rabu, 02 November 2011

TUGAS BAHASA INDONESIA 2 (PERTEMUAN KEDUA)

CONTOH TULISAN ILMIAH POPULER

PERANAN TI DALAM BIMBINGAN KONSELING (BK) MENGGUNAKAN MICROSOFT WINDOWS

Tutang Penerima Penghargaan MVP 2002 Shanghai, Global MVP 2002 dan 2003 Amerika Serikat

Perkembangan teknologi informasi khususnya komputer banyak mengubah pola hidup dan gaya hidup secara global. Dengan sendirinya berubah pula kebiasaan, baik dalam bergaul, berteman, dalam lingkungan kerja, sekolah maupun dalam keluarga. Hal ini sangat dirasakan dampaknya dimana tingkah laku dan kebiasaan yang sebelumnya tidak pernah terjadi kini dapat kita baca di media masa, kita tonton melalui layar TV dan kita saksikan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Tidak sampai disitu, dalam dunia pendidikan misalnya, pola dan gaya hidup ini sudah dapat kita rasakan dalam pergaulan anak didik kita, yang tadinya pendiam kini berubah jadi periang, yang tadinya pemalu kini berubah menjadi pemberani dan seterusnya. Ini berarti kebiasaan dan gaya hidup siswa sudah mulai berubah. Hal ini bisa berdampak positif dan bisa juga berdampak negatif tergantung bagaimana kita mengarahkannya.

PERAN TEKNOLOGI INFORMASI

Penggunaan teknologi informasi khususnya komputer kini sudah menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah, mulai sekolah dasar hingga ke sekolah lanjutan atas dan sekolah kejuruan. Namun demikian yang paling besar pengaruhnya adalah di Perguruan Tinggi, di mana hampir semua perguruan tinggi di Indonesia sudah memanfaatkan teknologi ini dalam perkuliahannya, baik melalui tatap muka maupun secara pnline. Sebagai contoh seorang dosen dalam menyampaikan materinya tidak hanya mengandalkan media konvensional saja, melainkan sudah menggunakan unsur teknologi di dalamnya. Biasanya seorang dosen atau guru di PT tertentu dalam menyampaikan materi kuliah ditampilkan dalam bentuk slide presentasi dengan bantuan komputer. Dengan teknologi ini mahasiswa atau siswa bisa mengikuti matakuliah dengan baik, karena materi yang disampaikan selain mengandung materi yang berbobot juga mengandung unsur multimedia yang bisa menghibur. Di mana dengan bantuan komputer yang dihubungkan dengan multimedia projector seorang dosen tidak perlu menekan tombol keyboard atau papan ketik melainkan cukup menekan remote control yang dipegangnya.
Di negara maju dan di beberapa negara berkembang dimana tingkat pendidikannya sudah bisa dikatakan cukup baik, penerapan teknologi tinggi ini sudah berjalan lebih dari 20 talu. Sementara di Indonesia baru beberapa tahun saja sejak teknologi jaringan mulai dikenal dan diterapkan sebagai salah satu materi pelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) beberapa tahun lalu dan untuk Sekolah Lanjutan Atas dengan masuknya kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dengan teknologi ini seorang dosen atau guru dalam menyampaikan materinya tidak hanya dalam bentuk tatap muka saja melainkan sudah menggunakan berbagai media komunikasi yang dipadukan dengan teknologi networking, misalnya Intranet dan Internet.
Dengan teknologi jaringan tersebut tidak hanya mata kuliah atau bidang studi saja yang bisa memanfaatkan teknologi tinggi ini, melainkan hampir sebagian besar proses belajar mengajar termasuk BK (Bimbingan Konseling) atau Bimbingan Karier sudah bisa memanfaatkan teknologi tinggi ini.
Seperti kita ketahui bahwa saat ini BK belum dikatakan materi, sehingga tidak semua sekolah di Indonesia memberikan jam yang cukup untuk materi BK ini, karena berbagai alasan. Dengan demikian apakah dengan tidak tersedianya waktu yang cukup peran Guru BK akan berhasil? Siapapun pasti akan menjawab tidak. Dengan argumen apapun jika waktu yang tersedia tidak cukup atau tidak sesuai seperti yang diharapkan, maka jangan harap apa yang disampaikan bisa mengenai sasarannya. Oleh karena itu peranan teknolgi bisa menjawab kekurangan waktu tersebut.

JARINGAN KOMPUTER

Seperti telah disampaikan dimuka bahwa perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan termasuk BK (bimbingan dan konseling). Komunikasi antara guru dengan siswa dapat dilakukan dengan berbagai media yang tersedia saat ini seperti telpon, Internet, Intranet dan lain-lain. Dari sekian banyak teknologi yang murah dan mulai banyak digunakan sebagai media komunikasi antara murid dan guru atau antara dosen dengan mahasiswanya adalah penggunaan e-mail. E-mail adalah salah satu sarana yang ada di jaringan Internet yang paling murah dan bisa digunakan untuk saling tukar menukar informasi, menyampaikan materi, dan sebagainya. Sebenarnya saat ini hampir semua kampus atau sekolah sudah terpasang jaringan LAN (Local Area Network) karena sudah menjadi pelajaran wajib dalam KBK dan Telpon sebagai media komunikasinya, maka media ini sudah bisa diaplikasikan sebagai media komunikasi yang ampuh dilingkungan sekolah atau kampus.
Dengan sudah terpasangnya jaringan tersebut, kita sudah bisa menginstalasi atau mensetup jaringan komputer berbasis Web, yaitu Intranet dan Internet. Intranet adalah jaringan komputer berbasis Web yang hanya ditampilkan secara lokal dengan memanfaatkan teknologi LAN (Local Area network). Sedangkan Internet adalah jaringan komputer berbasis Web dengan memanfaatkan jaringan secara global.
Dalam suatu jaringan komputer harus tersedia minimal satu buah Server dan beberapa client. Secara sederhana Server adalah yang mengatur lalulintas data dalam suatu jaringan sedangkan client adalah yang menerima data tersebut. Hal ini hampir senada dengan interaksi antara konselor dengan klien yang tidak mengandalkan hubungan tatap muka tetapi dilakukan dengan memanfaatkan media berupa jaringan komputer.
Seperti kita ketahui bersama saat ini ada istilah Cyberspace, Cybermedia, CyberMall, Cybercounseling dan sebagainya. Dengan istilah ini seolah-olah kita berhubungan dengan dunia yang serba maya, padahal sesungguhnya ini tidak demikian, memang kalau media tersebut hanya berupa Website saja mungkin bisa dikatakan sebagai dunia maya, namun kini sudah bisa dilakukan interaksi secara langsung dengan memanfaatkan Teknologi Messanger, MIRC, dan sebagainya. Bahkan dengan Microsoft Windows XP dan Messanger-nya kita bisa Sharing aplikasi, Sharing file, Sharing dokumen, dan sebagainya.

BAGAIMANA KERJA KONSELOR?

Dengan internet seorang konselor bisa berkomunikasi dengan clientnya dalam hal ini siswanya kapan saja dan dimana saja. Saat ini teknologi internet sudah bukan barang baru dan bukan hal yang perlu ditakuti apalagi harus dihindari. Karena dengan teknologi ini kita akan mudah berkomunikasi dengan siapa saja dan kapan saja serta tidak terikat dengan ruang dan waktu. Sehingga proses bimbingan bisa dilakukan kapan dan dimana saja, dengan demikian sorang siswa bisa saja akan merasa nyaman kalau konsultasi dilakukan melalui jaringan inernet ini, karena mungkin saja tidak merasa risi dan takut diketahui oleh orang lain. Dengan demikian proses interaksi antara konselor dengan klien akan terasa lebih akrab dan lepas tanpa beban.

KESIMPULAN

Dengan teknologi khususnya jaringan komputer baik Intranet maupun Internet proses belajar mengajar, proses interaksi antara konselor dan klien bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja tanpa dibatasi ruang dan waktu. Dengan demikian peran teknologi tinggi dalam dunia pendidikan khususnya Bimbingan dan Konseling sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dan maksimal. Terlepas dari itu semua apakah seorang konselor dalam hal ini Guru BK (Bimbingan dan Konseling) sudah siap dengan teknologi ini? Jika sudah siap maka kapan lagi kalau tidak dimulai dari sekarang, karena banyak sarana, bahan dan sebagainya yang bisa kita dapatkan melali dunia maya tersebut.